Pencuri Kota Amal Mushola Sambil Bawa Mobil, Terekam kamera CCTV

Aksi pencurian kotak amal Mushola Al-Ikhlas di Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terekam kamera CCTV, sempat viral di media sosial. Aksi tersebut terjadi pada Jumat (21/8) sekitar pukul 02.00 WIB. 

Humas Musala Al-Ikhlas, Mudakir mengatakan, kotak amal yang berada di teras masjid dibawa oleh empat orang. Ketika dicuri, kotak amal berukuran 60x60x80 sentimeter (cm) yang terbuat dari besi kembang berwarna hitam dalam keadaan terkunci. “Sepertinya sudah dipersiapkan itu mobil parkir ke arah atas,” kata Mudakir ketika ditemui di Musala Al-Ikhlas, Rabu (26/8).

Hilangnya kotak amal tersebut, menurut Mudakir, baru diketahui marbot masjid sekitar pukul 04.15 WIB. Saat menyadari kotak amal tersebut menghilang, sang marbot sempat mencari ke sana ke mari karena mengira kotak amal dipindah dan disimpan di suatu tempat.

Rekaman kamera CCTV kemudian baru bisa dilihat pukul 09.00 WIB, setelah teknisi datang. Dari rekaman kamera CCTV terlihat mobil hitam digunakan empat pelaku pencurian untuk melaksanakan aksinya. Namun, disayangkan nomor seri mobil yang terekam tampak samar.

Mudakir merincikan, empat orang pelaku diperkirakan seluruhnya adalah pria dan menggunakan masker. Satu orang berjaga di dalam mobil, satu orang lainnya bertugas untuk menjaga pintu mobil agar tetap terbuka, sementara dua orang lagi mengangkat kotak amal dari pintu kanan masjid menuju mobil. “Kejadiannya dua sampai tiga menit, nggak ada lima menit,” tutur Mudakir.

Setelah kejadian, pihak Mushala Al-Ikhlas akhirnya melapor ke Polsek Kebayoran Lama. Saat ini, Mudakir mengatakan belum ada laporan lanjutan dari pihak kepolisian mengenai kotak amal tersebut.

Mudzakir mengaku, tidak memiliki pikiran kotak amal tersebut akan diambil orang. Pasalnya, meskipun diletakkan di luar mushola kotak amal tersebut berukuran besar dan sangat sulit untuk dibawa oleh satu orang saja.

Terkait dengan rekaman kamera CCTV sebelum kejadian, Mudakir mengatakan tidak bisa memvonis siapa yang berpura-pura menjadi jamaah untuk memata-matai masjid sekaligus keberadaan kotak amal tersebut. “Saya nggak berpikir seperti itu, silakan sholat. Namanya orang ibadah  ya kan,” tuturnya.

Jumlah uang yang ada di dalam kotak tersebut diperkirakan Rp 2 juta. Sesuai dengan acuan jumlah uang kotak amal pada bulan-bulan sebelumnya. Mudzakir melanjutkan, uang kotak amal yang dicuri rencananya digunakan untuk membayar guru mengaji, serta kebutuhan masjid lainnya. Selain itu, uang yang diperkirakan mencapai Rp 2 juta digunakan untuk santunan.

“Sebenarnya (uang) masuk dalam kas dulu. Baru nanti digunakan untuk keperluan fasilitas Mushola. Misal lampu putus, speaker kurang keras, dan lain-lain,” ujar Mudakir.

Humas Mushola Al-Ikhlas, Muhammad Mudakir mengatakan, kotak amal yang berada di teras masjid dibawa oleh empat orang. Ketika dicuri, kotak amal berukuran 60x60x80 sentimeter (cm) yang terbuat dari besi kembang berwarna hitam dalam keadaan terkunci. “Sepertinya sudah dipersiapkan itu mobil parkir ke arah atas,” kata Mudakir ketika ditemui di Musala Al-Ikhlas, Rabu (26/8).

Hilangnya kotak amal tersebut, menurut Mudzakir, baru diketahui marbot masjid sekitar pukul 04.15 WIB. Saat menyadari kotak amal tersebut menghilang, sang marbot sempat mencari ke sana ke mari karena mengira kotak tersebut dipindah dan disimpan di suatu tempat.

Rekaman kamera CCTV kemudian baru bisa dilihat pukul 09.00 WIB, setelah teknisi datang. Dari rekaman CCTV terlihat mobil hitam digunakan empat pelaku pencurian untuk melaksanakan aksinya. Namun, disayangkan nomor seri mobil yang terekam tampak samar.

Mudzakir merincikan, empat orang pelaku diperkirakan seluruhnya adalah pria dan menggunakan masker. Satu orang berjaga di dalam mobil, satu orang lainnya bertugas untuk menjaga pintu mobil agar tetap terbuka, sementara dua orang lagi mengangkat kotak amal tersebut dari pintu kanan masjid menuju mobil. “Kejadiannya dua sampai tiga menit, nggak ada lima menit,” tutur Mudakir.

Setelah kejadian, pihak Mushola Al-Ikhlas akhirnya melapor ke Polsek Kebayoran Lama. Saat ini, Mudakir mengatakan belum ada laporan lanjutan dari pihak kepolisian mengenai kotak amal tersebut.

Mudzakir mengaku, tidak memiliki pikiran kotak amal tersebut akan diambil orang. Pasalnya, meskipun diletakkan di luar masjid kotak amal tersebut berukuran besar dan sangat sulit untuk dibawa oleh satu orang saja.

Terkait dengan rekaman kamera CCTV sebelum kejadian, Mudakir mengatakan tidak bisa memvonis siapa yang berpura-pura menjadi jamaah untuk memata-matai masjid sekaligus keberadaan kotak amal tersebut. “Saya nggak berpikir seperti itu, silakan sholat. Namanya orang ibadah  ya kan,” tuturnya.

Jumlah uang yang ada di dalam kotak tersebut diperkirakan Rp 2 juta. Sesuai dengan acuan jumlah uang kotak amal pada bulan-bulan sebelumnya. Mudakir melanjutkan, uang kotak amal yang dicuri rencananya digunakan untuk membayar guru mengaji, serta kebutuhan masjid lainnya. Selain itu, uang yang diperkirakan mencapai Rp 2 juta digunakan untuk santunan.

“Sebenarnya (uang) masuk dalam kas dulu. Baru nanti digunakan untuk keperluan fasilitas masjid. Misal lampu putus, speaker kurang keras, dan lain-lain,” ujar Mudakir.

Leave a Reply