Polri Sudah Amankan Kamera CCTV Gedung Utama Kejaksaan Agung yang Terbakar

Polri telah mengamankan rekaman closed circuit television (CCTV) Gedung Utama Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang terbakar. Polisi juga sudah mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran.

“Ada CCTV yang sudah diamankan, tapi hasilnya belum bisa kita lihat. Harapannya bisa menjawab pertanyaan apa yang terjadi sebenarnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di depan kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ade mengaku, pihaknya belum bisa menjelaskan berapa jumlah CCTV yang diamankan. Namun, dia mengharapkan dari rekaman CCTV itu membantu bisa menjawab penyebab terbakarnya gedung tersebut.

“CCTV belum kita hitung, tapi untuk ini sudah kita amankan. Kalau yang detail masalah jumlah kita belum bisa jawab,” beber Ade.

Sementara itu, Polri juga sudah memulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Pihak yang turut diperiksa dari pihak internal Kejaksaan Agung hingga petugas keamanan.

“Ada dari Pamdal, ada dari pekerja di sini, juga internal Kejaksaan Agung untuk mengetahui blueprint bangunan yang dibutuhkan dalam pemeriksaan,” akui Ade.

Sebelumnya, api menyala besar, sekitar pukul 19.10 WIB. Kebakaran terjadi di Gedung Utama Kejaksaan Agung yang berada persis di balik gerbang utama Korps Adhyaksa. Diduga, api itu berasal dari lantai 6 Gedung Utama.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menyampaikan, berdasarkan laporan sementara, kebakaran di Gedung Utama Kejagung berasal dari lantai 6 yang merupakan bagian kepegawaian.

Menurutnya, Lantai 5 juga dijadikan sebagai tempat pembinaan kepegawaian. Kedua lantai tersebut berdekatan dengan lantai 3 dan lantai 4 yang masing-masing berfungsi sebagai ruang intelijen. “Lantai 5-6 itu bagian pembinaan, di sini ada kepegawaian. Lantai 3 itu intelijen, kemudian lantai 3 juga intelijen,” tutup Hari.

Leave a Reply