Gara-gara Kamera CCTV Viral, Perampok Bercelurit di Warung Kopi di Tamansari Dibekuk

Pelaku perampokan bercelurit di Tamansari, Jakarta Barat, diringkus polisi usai viral di media sosial.

Tiga dari lima pelaku diringkus lantaran merampok tiga smartphone di warung kopi di Tamansari.

Rekaman CCTV aksi di warung kopi itu viral di media sosial.

Lantas  polisi melakukan penyelidikan terhadap kelima pemuda berinisial FND (25), NRD (25), RHMT (25), SP dan Grey.

Dua pelaku SP dan Grey masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Hasil penyelidikan dan olah TKP (tempat kejadian perkara-Red) kami ringkus FND, NRD, RHMT,” ujar Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Abdul Gofur dikonfirmasi.

Lewat penangkapan pelaku dan pemeriksaan petugas, ketiganya kerap melakukan tindak kejahatan jalanan di Tangerang dan Jakarta Barat.

Saat beraksi di Tamansari, Jakarta Barat, ketiga pemuda itu berkeliling mencari mangsa saat malam hari.

Para pelaku dari Kampung Janis, Tambora, Jakarta Barat, mengendarai sepeda motor jenis Satria f 150 dan Suzuki Smash.

Ketika berkeliling, pelaku FND membawa celurit terlebih dahulu dan mencari target.

Dalam perjalanan tersebut, para pelaku mencari sasaran ke warung kopi.

Para pelaku turun dari motor dan berpura-pura menjadi pelanggan warung kopi.

Namun ketika masuk ke warung kopi pelaku mengacungkan celurit. Mereka mengancam pengunjung dan pemilik warung.

Kemudian, mereka menggasak tiga ponsel pintar milik pengunjung.

Ketiga smartphone itu dijual hanya dengan harga bekisar Rp 300.000-Rp 500.000.

Dari uang penjualan ponsel, mereka belikan minuman keras dan makanan.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari AKP Lalu Musti Ali mengatakan, para pelaku ini merupakan kelompok pencurian ponsel.

Mereka biasa beraksi di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang.

“Pelaku juga sudah melakukan aksinya di tempat tersebut sebanyak tiga kali,” kata Musti Ali.

Warga disekitar yang dirampok ponselnya tidak pernah membuat laporanke  polisi.

Setelah rekaman CCTV viral tersebut ,Unit Reskrim Polsek Metro Tamansari menganalisa rekaman video dan melakukan olah tempat kejadian perkara  (TKP).

Polisi juga meminta para korban membuat laporan polisi untuk diselidiki lebih lanjut.

Tiga dari lima pelaku pun diringkus oleh polisi selang satu pekan kemudian.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 365 KUHP.

Ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.



Leave a Reply