Pelempar Molotov Saat Demo di Malioboro Yogyakarta Terekam Kamera CCTV

Pelaku pelemparan molotov di Resto Legian Garden Malioboro saat aksi demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja kemarin terekam CCTV.

Aksi pelemparan molotov tersebut telah menyebar di media sosial dan youtube.

Akibat aksi tersebut Legia Resto yang berada di sebelah seatan DPR di Jalan Malioboro terbakar. PBK Kota Yogyalarta berhasil memadamkannya.

Resto tersebut terletak di pojok barat Jalan Perwakilan atau di sebelah utara Malioboro Mall.

Dalam rekaman video CCTV yang beredar saat ecah kericuhan antara aparat dan pendemo, tiba-tiba dari arah barat atau pinggir Jalan Malioboro ada beberapa orang berlari melempar. Salah sayunya menggunakan botol (molotov) dan setelah itu resto terbakar.

Rekaman CCTV selama 22 detik yang terekam dari lantai 2 di sebuah bangunan di Maliboro terlihat jeas aksi elemparan molotv disengaja sehingga menimbulkan kebakaran.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut, Pada Kamis (8/10/2020) malam tersebut. Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah resto tersebut terbakar akibat ulah massa atau ada faktor lain. Termasuk dugaan soal pelemparan bom molotov ke rumah makan tersebut.

Selain itu, ratusan warga Yogyakarta, komunitas dan relewan sudah membersihkan sekitar DPRD DIY yang jadi lokasi bentrok. Ada banya batu, kaca dan pecahan botol. Kawasan Malioboro oleh relawan PMI Sleman juga langsung disemprot disinfektan.

Selain sekitar DPRD DIY yang rusak, halte TransJogja juga dipenuhi coretan-coretan beruliskan ‘Revolusi, tolak UU Cipta Kerja’ dan sebagainya.

Berbagai komunitas warga Yogyakarta mengecam aksi tersebut karena tidak pernah terjadi aksi anarkis seperti itu.

“Kami mengecam keras aksi tersebut dan semua komunitas tadi malam sudah bergerak membantu membersihkan sekitar Malioboro,” ungkap salah satu komunitas masyarat DIY, Widihasto.

Menurutnya saat reawan membersihkan sekitar lokasi, relawan banyak menemukan ada botol-botol molotov yang ditemukan. Hal itu berarti aksi anarkis memang sengaja dipersiapkan.

“Itu yang ditemukan relawan saat bersih-bersih. Kami mengucapkan termakasih kepada semua relawan dan komunitas yang begerak untuk membersihkan Malioboro setelah aski itu,” pungkas Widihasto. *

Leave a Reply