Terekam Kamera CCTV, Pencurian Modus Pura-pura Warga Perumahan

Pencurian sepeda motor terekam dua kamera pengawas di perumahan Griya Japan Asri, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, sekitar pukul 18.11 WIB. Kendaraan tak dikunci stang, pelaku dengan santai melancarkan aksinya.

Pelaku yang mengenakan jaket berwarna merah dalam video berdurasi 2 menit 20 detik, nampak dengan santai berjalan di sepanjang jalan perumahan di blok HH yang tergolong sepi saat itu.

“Kejadiannya pas orang-orang pada berangkat ke musala salat magrib berjamaah. Kalau di sini kan, warga semua di dalam rumah kalau yang gak berjamaah di musala,” ucap Ilmi Wahidah (32) korban ranmor.

Wanita yang memiliki usaha Wedding Orginezer (WO) ini, mengaku dirinya tersadar kehilangan kendaraan roda dua, usai anak semata wayangnya minta diambilkan minum di dalam jok kendaraan yang terparkir di depan rumahnya.

“Taunya yah pas mau salat magrib, anak saya minta air minum. Nah, kebetulan air minum habis dirumah, adanya dalam jok motor. Pas saya buka pintu rumah, dan keluar pagar, motornya sudah tidak ada,” ungkap Ilmi.

Tak ayal, hal tersebut membuatnya panik, dan sempat menanyai tetangganya yang usai laksanakan salat magrib di musala yang berjarak kurang lebih 100 sampai 200 meter dari lokasi kehilangan.

“Saya sempat nanya anak-anak dan beberapa warga yang pulang salat, mereka jawab gak lihat. Terus telepon suami, ngasih tau kalau motor gak ada. Gak berapa lama, suami datang dari percetakannya, dan langsung cek CCTV jalan perumahan yang kontrolnya ada di rumah Pak Priyanto,” jelasnya.

Benar saja, dalam dua rekaman CCTV yang terpisah, dimana satu CCTV yang berada di pintu masuk gerbang perumahan, menunjukkan aksi pelaku mengenakan jaket merah seolah berjalan seorang diri layaknya warga perumahan.

Tak hanya itu, dalam rekaman tersebut juga menunjukkan aksinya dengan nekat berjalan kaki, sembari membawa hasil curiannya keluar pintu gerbang dengan diikuti pengendara lain dengan jarak yang agak jauh. Diduga rekan pelaku dalam melancarkan aksinya, yang terbilang ahli tersebut.

Sementara itu, rekaman CCTV kedua bersurasi 58 detik yang ada di lokasi pencurian. Nampak pelaku masih seorang diri berjalan kaki, berada di belakang warga yang berjalan menuju musala komplek. Usai merasa aman, roda dua milik korban pun dengan mudah perlahan-lahan dibawanya.

“Kalau rekaman CCTV sorenya sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku ini memang lewat. Kaya memantau situasi gitu sama kawaannya, dan nyurinya yah pas situasi memang biasa sepi, pas warga sholat magrib,” imbuhnya.

Ia pun, dibantu warga setempat untuk menghubungi pihak berwajib. Pihak kepolisian akhirnya datang dan meminta keterangan dari korban. Kerugian kasus pencurian ini diperkirakan Rp 13 juta.

“Sekitar Rp 13 jutaan kerugiannya. Tadi malam polisi sudah datang, cuman hari ini tadi katanya mau dihubungi buat tanda tangan laporan. Tapi belum ada kabar lagi, penggennya ditangkap pelakunya, soalnya dua minggu lalu di Surodinawan juga sama kejadiannya kaya di sini. Di video yang beredar, pencurinya juga jalan kaki pas ngambil motor warga di sana,” imbuh wanita yang juga menerima jasa rias wajah ini.

Leave a Reply