Ini Rekaman Kamera CCTV Terkait Penganiayaan Gadis Cantik di Apartemen Royal City Loft

Ada rekaman ceceran darah dan CCTV terkait dugaan penganiayaan gadis cantik di Apartemen Royal City Loft. Terduga pelakunya adalah Rahadian Zulfikri (RZ). Dari rekaman tersebut, terlihat video pasangan RZ dan korban Anggriani Chintami Ayu Lestari (32 tahun) itu masuk ke dalam apartemen Rabu (14/10/2020) sekitar pukul 22.00 WIB.

Anggriani kepada nusadaily.com menjelaskan bahwa pihaknya ingin mencari keadilan. Peristiwa itu memang dipicu keributan kecil yang ia akui juga salahnya. Namun hingga berbuntut penganiayaan itu yang ia sesalkan. Ada juga rekaman terkait dugaan penganiayaan gadis Royal City Loft itu.

Apalagi pasca dipukul Anggriani sempat dilarang keluar dari apartemen. Bahkan pelaku memanggil dua security apartemen untuk memastikan agar korban tidak keluar dari kamar tersebut. Kemudian setelah security keluar, pelaku ikut keluar sambil mengunci apartemen.

“Aku dikurung, kunci apartemen dibuang di pintu apartemen,” katanya kepada nusadaily.com Rabu (21/10/2020).

Anggriani berhasil keluar karena memecah kaca apartemen. Kebetulan kamarnya menghadap ke jalan. Sehingga dia teriak-teriak minta dibukakan pintu, akhirnya security naik ke kamarnya.

“Aku telepon Bluebird (taksi, red), minta ke mas taksi agar dibawa ke kantor polisi. Awalnya ke Polsek Wiyung, tapi setelah cek alamat, sama penyidik diantar ke Polsek Lakarsantri,” tegasnya.

Anggriani berharap kasus ini diproses. Ia mengaku khawatir dan takut karena pelaku mengaku bisa melakukan apa saja terhadapnya. Apalagi, pelaku juga mengaku sebagai tim inti dari Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

“Aku hari itu juga visum di RS Bunda diantar pihak Polsek Lakarsantri. Aku ingin keadilan,” pungkas Anggriani.

Sementara itu Rahardian Zulfikri ketika ditelepon nusadaily.com mengaku masih rakor. Namun dia memberikan pesan Whatsapp kepada nusadaily.com. Bahwa pihaknya tidak melakukan penganiayaan dan justru akan melaporkan balik korban Anggriani karena perusakan HP.

“Untuk keterangan lebih lanjut tunggu lawyer sama saudara saya yang dari Mabes saya hadirkan yah pak,” tulisnya kepada wartawan media ini soal dugaan penganiayaan Anggriani.

Saat ditanya orangnya Gibran, dia bilang tidak ada hubungannya. Saat ditanya teman apa bisnis, dijawab tidak ada urusan dengan pribadinya. Media ini juga menelepon dan mengirim pesan ke call center Gibran, untuk mengkonfirmasi bahwa benar terduga pelaku adalah tim ini Gibran. Namun telepon dan pesan dari nusadaily.com belum mendapatkan respons.

Leave a Reply