Polisi Sita CCTV di Tol Jakarta-Cikampek KM 50

Jakarta: Bareskrim Polri menyelidiki dugaan penyerangan terhadap anggota kepolisian yang berujung penembakan enam laskar khusus pengawal pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab. Kamera pemantau atau closed circuit television (CCTV) di lokasi penyerangan, yakni Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 disita.

“Jadi (CCTV) semuanya yang ada kita ambil, semuanya kita koordinasikan dengan Jasa Marga,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Desember 2020.

Seluruh CCTV sudah di tangan kepolisian. Namun, Argo belum mau membeberkan jumlah CCTV yang sudah dibawa.

Sebanyak enam pengikut Rizieq ditembak di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50, pukul 00.30 WIB, Senin, 7 Desember 2020. Polisi mulanya menyelidiki informasi adanya pengerahan massa menyusul panggilan pemeriksaan kedua terhadap Rizieq di Polda Metro Jaya.

Polisi memantau pergerakan FPI di titik perkumpulan di Perumahan Mutiara Nature Sentul, Bogor, Jawa Barat pukul 23.00 WIB, Minggu, 6 Desember 2020. Kemudian menemukan dua mobil mencurigakan yang ditumpangi 10 pengikut Rizieq.

Polisi mencoba memberhentikan mobil itu, namun dipepet dan ditabrak. Pengikut Rizieq sempat menodongkan senjata tajam dan senjata api ke polisi.

Merasa terancam, polisi menembak enam penyerang hingga tewas. Sedangkan empat lainnya melarikan diri. Laskar FPI yang tewas, yakni Andi Oktiawan, 33; Ahmad Sofiyan/Ambon, 26; Faiz Ahmad Syukur, 22; Muhammad Reza, 20; Lutfi Hakim, 25; dan Muhammad Suci Khadavi, 21.

Leave a Reply