Soal CCTV Mati, Polri Bakal Panggil Jasa Marga

POLRI segera memanggil pihak PT Jasa Marga (Persero) Tbk terkait kamera CCTV yang rusak di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Khususnya, saat peristiwa penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh petugas kepolisian.

Direktur Direktorat Tindak Pidana Umum Polri Brigadir Jenderal Andi Rian menyebut pemanggilan itu untuk menggali informasi perihal CCTV yang rusak di Km 50, yang menjadi lokasi penembakan. “Sedang kita komunikasikan (pemanggilan). Kalau perlu kita jemput bola,” ujar Andi saat dihubungi, Selasa (15/12).

Penyidik akan menjadwalkan pemanggilan manajemen Jasa Marga pada pekan ini. “Lagi dijadwalkan penyidik. Kalau bisa hari Kamis, ya hari Kamis,” imbuhnya.

Namun, Andi belum bisa memastikan pihak Jasa Marga yang akan diperiksa penyidik. “Tergantung yang tersedia. Tapi penyidik akan memanggil secara resmi, secara formil, agar kita periksa,” terang Andi. Lebih lanjut, dia menekankan bahwa penyelidikan kasus penembakan 6 laskar FPI bukan hanya soal kamera CCTV. “Jangan terpaku dengan CCTV. Kan ada saksi dan bukti lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jasa Marga mengakui adanya gangguan pada link jaringan backbone CCTV atau fibre optic di Tol Jakarta-Cikampek pada Km 48+600 sejak Minggu (6/12) pukul 04.40 WIB. Gangguan pada titik itu mengakibatkan jaringan CCTV mulai dari Km 49+000 (Karawang Barat) hingga Km 72+000 (Cikampek) tidak dapat berfungsi atau offline.(OL-11)

Leave a Reply