Komnas HAM: Kerusakan Rekaman CCTV Tol Jakarta Cikampek Tidak Disengaja

Jakarta: Rekaman closed-circuit television (CCTV) setelah KM 50 Tol Jakarta-Cikampek rusak saat penembakan enam anggota eks Front Pembela Islam (FPI). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan kerusakan CCTV tersebut tidak disengaja.

“Teknisi kami juga sudah periksa, jadi tidak ada kesengajaan. Memang ada kerusakan,” kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik dalam diskusi Crosscheck from Home by Medcom.id, Minggu, 17 Januari 2021.

Menurut dia, kerusakan terjadi pada kemampuan CCTV untuk mengirimkan gambar ke server. Alhasil, gambar yang tertangkap kamera CCTV tidak tersimpan.

“Ini yang harus dikatakan kepada publik. Kita ini (isu) di media sosial luar biasalah, maha benar netizen dengan segala pendapatnya,” ucap dia.

Sebanyak 23 CCTV mulai dari KM 49 sampai KM 72 di Tol Jakarta-Cikampek rusak. Akibatnya, Komnas HAM kesulitan mengungkap kasus penembakan enam eks anggota FPI.

Sementara itu, rekonstruksi mengungkap baku tembak antara laskar FPI dan polisi bermula dari gesekan di depan Hotel Novotel, Jalan Interchange, Karawang, Jawa Barat. Kendaraan polisi sempat dipepet mobil Toyota Avanza milik anggota FPI hingga ke pinggir jalan.

Toyota Avanza itu langsung kabur setelah memepet mobil petugas. Kemudian, mobil Chevrolet Spin berisi enam anggota FPI dari arah belakang berhenti di depan kendaraan polisi. Sebanyak empat orang keluar dari mobil sambil menenteng senjata tajam lalu memukul mobil polisi.

Polisi keluar dari mobil dan melepaskan tembakan peringatan. Tembakan ini membuat empat anggota FPI masuk ke dalam mobil. Dua orang di dalam mobil Chevrolet Spin melepaskan tiga tembakan ke mobil polisi saat melaju ke Jembatan Badami menuju Gerbang Tol Karawang Barat arah Cikampek.

Baku tembak dan kejar-kejaran sempat terjadi di Jembatan Badami. Mobil Chevrolet Spin anggota FPI kemudian masuk Tol Jakarta-Cikampek menuju Rest Area KM 50. Mobil itu diadang saat keluar Rest Area KM 50. Sebanyak empat polisi mengempung mobil Chevrolet Spin tersebut. Sebanyak empat anggota FPI ditangkap.

Saat polisi memeriksa mobil, dua anggota FPI sudah tewas. Kedua anggota FPI itu diduga terluka saat insiden baku tembak di Jembatan Badami, Karawang, Jawa Barat. Sebanyak empat anggota FPI yang ditangkap tidak diborgol saat dibawa mobil polisi.

Sebanyak tiga anggota FPI duduk di kursi paling belakang dan satu duduk di sebelah polisi di bagian tengah mobil. Saat mobil polisi melaju tak jauh dari Rest Area, tepatnya KM 51 Tol Jakarta-Cikampek, mereka mencoba merebut senjata api milik polisi. Aksi itu direspons dengan tembakan sehingga keempatnya tewas.

Leave a Reply