Pelaku Curas Handphone Yang Terekam CCTV Berhasil di Bekuk Polres Lumajang

Tribratanewspoldajatim.com: Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si memimpin Konferensi Pers Ungkap Kasus Tindak Pidana Pecurian dengan Pemberatan / Curat (alat listrik PLN) dan Pencurian dengan Kekerasan / Curas (Terekam Cctv dan Viral Media Sosial), Kamis (18/2/2021) pukul 09.00 Wib bertempat di Polres Lumajang alamat Jl. Alun alun Utara nomor 11 Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti menyampaikan press release keberhasilan Polres Lumajang dalam ungkap kasus Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curat) sebuah Tofoor Panel Gardu PLN 1,5 Meter dan 3 buah MH FUSE dan Pencurian Dengan Kekerasan (Curas) HP yang terekam CCTV dan viral di medsos beberapa waktu lalu.

“Pelaku Pencurian Tofoor panel di gardu PLN atas nama R menyaru atau menyamar sebagai petugas PLN gadungan melakukan aksinya melakukan pencurian pada sore hari, 14 Februari 2021 mengambil beberapa peralatan spesifik dari gardu PLN tersebut.” ungkapnya, Jumat, (19/02/2021).

“Tentu saja ini sangat meresahkan masyarakat dimana listrik padam atau mati di wilayah Kabupaten Lumajang ini ya mungkin karena faktor alam juga salah satunya tindak kejahatan pencurian seperti ini.

Pengakuan dari pelaku masih kita dalami lagi, menjual hasil curiannya di rongsokan atau penadah, tapi kami masih terus dalami lagi, item-item spesifik ini dijual kemana.” tambahnya.

Kapolres Lumajang juga menyampaikan pihaknya berhasil mengungkap Pencurian Dengan Kekerasan (Curas) HP yang terekam CCTV depan sebuah toko dan viral di medsos beberapa waktu lalu.

“Jadi pelaku ini tiga orang naik motor boncengan, sistemnya hunting, ketika melihat korban lengah, dipepet dan ditodong dengan sajam, lalu diminta HPnya. Jadi CCTV ini cukup membantu kita untuk mengungkap identitas ranmor dan pelakunya.

Pelaku ini sebelum-sebelumnya pernah melakukan perampasan 4 kali berupa HP dan lainnya. Modusnya memepet, menodongkan sajam dan mengambil barang korban, lalu melarikan diri. Sementara ini masih hanya perampasan barang-barang berharga .” ungkap AKBP Eka Yekti

“Tersangka satu orang kita tangkap inisial ZA lalu menyusul satu orang lagi inisial S tertangkap, ini masih satu lagi F masih kita cari.

HP hanya dua satu masih dibawa tersangka yang belum tertangkap, HP ini dijual sekisaran dua ratus sampai tujuh ratus ribu rupiah.” pungkasnya. (hms/ali/mbah)

Leave a Reply