Terekam CCTV, Penggarong Toko di Bekasi Diringkus Polisi

Bekasi, Beritasatu.com – Anggota Polsek Bekasi Timur, Polrestro Bekasi Kota menangkap pencuri sebuah toko. Pelaku dibekuk setelah membawa kabur uang tunai, perhiasan emas serta puluhan dus rokok.

Kapolsek Bekasi Timur, AKP Rusit Malaka, menjelaskan, pengungkapan kasus bermula saat para garong, yaitu Ferdy Sarjono Pakpahan (29) bersama tiga rekannya masih buron menyatroni Toko Desi di Jalan Ampera Nomor 105 RT 03/RW 05 Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (17/10/2020) pukull 03.22 WIB. Ketiga rekan Ferdy yang masih buron antara lain Cadel, Komar, dan Ateng.

Keempat pelaku mengendarai dua sepeda motor tanpa pelat motor, membuka paksa gembok toko.

“Dua pelaku merusak gembok pintu dengan menggunakan obeng dan mencongkel pintu dengan menggunakan kunci,” ujar AKP Rusit Malaka di Mapolrestro Bekasi Kota.

Dia menjelaskan, setelah pintu terbuka para masuk ke dalam toko dan membuka pintu samping toko. Kemudian, pelaku Ferdy masuk melalui pintu samping.

“Pelaku mengambil semua rokok yang ada di dalam toko (berbagai merek) senilai Rp 15 juta. Uang tunai sebesar Rp 5 juta yang ada di dalam laci dan perhiasan emas seberat 30 gram senilai Rp 22 juta,” imbuhnya.

Melarikan Diri
Pelaku Komar mengawasi situasi dari luar toko dan setelah berhasil mengambil barang-barang dari dalam toko keempat pelaku langsung melarikan diri. “Namun aksi pelaku terekam kamera CCTV yakni pelaku Ferdy,” tuturnya.

Pemilik toko, Desi Nurlianti (28), mendapati toko telah berantakan pada pagi harinya dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bekasi Timur.

Anggota Reskrim Polsek Bekasi Timur yang melakukan penyelidikan terkait pencurian ini mendapatkan informasi keberadaan salah satu pelaku yang terekam kamera pengawas.

“Kami menuju lokasi keberadaan pelaku dan menangkapnya, semalam. Kami melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya,” imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Sumber: BeritaSatu.com

Leave a Reply