Pemuda 18 Tahun di Jaktim Curi Puluhan Bra, Terekam CCTV dan Ditangkap Warga

Entah apa yang dipikirkan Rizki (18). Dia rela keliling ke rumah-rumah warga untuk mencuri bra yang tengah dijemur lalu mencurinya. Aksinya kemudian terhenti pada Kamis (4/3).

Kali ini Rizki apes karena kelakuannya terekam kamera CCTV milik warga di Kampung Pulo Kambing, Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur.

Dalam aksi terakhirnya itu, Rizki terekam memanjat pagar rumah warga. Di halaman salah satu rumah warga itu memang tengah bergantung sejumlah pakaian, termasuk bra.
Pencurian itu dilakukan hanya dalam 2 menit tepat saat azan subuh berkumandang di lokasi itu.
Pagi harinya, pemilik rumah lalu melihat rekaman CCTV dan terlihat betul bagaimana pelaku mengambil bra milik warga itu.

Warga lalu melapor ke Ketua RT. Berbekal video dan foto dari CCTV, Sejumlah warga mengenali pelaku menangkap di rumahnya. Pelaku memang tak lain masih warga sekitar
Rizki lalu dibawa ke rumah ketua RT untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Di hadapan ketua RT dan sejumlah warga yang juga jadi korban, Rizki mengakui perbuatannya. Dia sudah tak ingat berapa kali dia mencuri bra milik warga yang tergantung di jemuran.
“Cuma bra aja. Enggak yang lain,” kata Rizki di lokasi, Kamis (4/3).

Pria yang hanya tamatan SMP itu mengaku, ada nafsu yang muncul ketika melihat bra yang bergantung. Setelah pagi harinya berkeliling melihat target, dini hari atau subuh, dia datang ke rumah yang dituju lalu mengambil bra itu.

“Setelah diambil ya sudah disimpan saja. Enggak buat apa-apa. Kalau sudah banyak dikumpulin di kantong plastik, terus dibakar di tempat sampah malam-malam,” jelas dia.

Dia tahu ada yang aneh dalam dirinya. Beberapa kali, saat nafsu itu muncul dia mencoba mengalihkannya dengan salat. Tapi, lebih banyak tak berhasil.

“Enggak tahu, tiba-tiba nafsu aja. Saya coba yang saya tahu ngilanginnya salat, ya saya salat, tapi enggak tahu,” ucap dia.
Saat ditangkap, Rizki masih menyimpan 20-an bra yang dicurinya malam ini dan beberapa hari sebelumnya.

Menurut sejumlah warga, peristiwa kehilangan bra ini sudah sangat sering terjadi. Bahkan, satu orang sampai kehilangan 10 lebih bra dalam beberapa hari.

Ketua RT lalu bermusyawarah dengan para korban, mereka sepakat tidak membawa kasus ini ke polisi. Sebagai gantinya, pelaku harus membersihkan masjid selama 3 bulan tanpa digaji.
“Jadi warga tadi sudah sepakat, menghukum dengan membersihkan masjid selama 3 bulan. Kalau dia mengulangi perbuatannya lagi, terpaksa dibawa ke kantor polisi,” kata Ketua RT, Uki.

Pelaku lalu menandatangani surat pernyataan di atas meterai. Sejumlah polisi dan TNI yang tengah berpatroli prokes juga sempat menyaksikan hal itu. Kemudian, melanjutkan patroli.

Leave a Reply