Terekam CCTV, Penjambret Bersenjata Beraksi di Depan Dago Heritage

CIBEUNYING KALER, AYOBANDUNG.COM — Aksi penjambretan terjadi di Jl. Raya Golf Dago, tepatnya di depan Swiss-Belresort Dago Heritage. Aksi yang terekam oleh CCTV itu berlangsung pada hari Selasa (9/3/2021), tepatnya pada pukul 17.38 WIB.

Penjambretan itu memakan seorang korban yang pada saat itu sedang menunggu temannya di depan Swiss-Belresort Dago Heritage. Dari rekaman CCTV, terlihat korban yang sedang duduk di atas sepeda motornya dan terlihat sedang memegang telepon genggam.

Dalam hitungan detik, tiba-tiba ada pengendara motor yang berboncengan datang dari arah belakang korban. Orang yang dibonceng pun dengan gesit merampas telepon yang sedang dipegang oleh korban.

Korban pun secara refleks turun dari sepeda motornya dan berlari mengejar pelaku. Namun, berhubung kedua pelaku mengemudikan sepeda motor mereka dengan kecepatan tinggi, mereka berdua tidak berhasil ditangkap.

Ratna (40), pemilik warung di seberang lokasi kejadian, mengatakan bahwa warga sekitar menyadari ada peristiwa itu ketika mendengar suara teriakan teman korban yang sedang datang menghampiri korban di sepeda motornya. Kebetulan Ratna adalah pemilik CCTV yang merekam peristiwa itu juga.

“Pas ada yang teriak, semua yang ada di sini langsung ngecek CCTV. Jadi itu kan korban lagi nungguin ceweknya, mau ngejemput ceweknya di hotel. Setelah itu, ceweknya itu datang ke sini sambil mengadu,” ujar Ratna pada hari Rabu (10/3/2021).

Para saksi yang ada di sekitar lokasi tidak bisa berbuat banyak karena di belakang sepeda motor yang menjambret, ada lagi pengendara yang penumpang di belakangnya terlihat membawa senjata tajam sejenis katana (jenis pedang dari Jepang yang sering disebut “samurai” oleh kebanyakan orang di Indonesia).

“Jadi, kata pacar korbannya, waktu mau ngejar, di belakangnya ada yang bawa samurai. Biar ngehalangin kayaknya mah,” ujar Irfan (19), putra pemilik warung yang pada saat kejadian baru saja pulang kuliah.

Kurang dari lima menit sebelum kejadian, pelaku sempat terlihat mondar-mandir melintasi jalan di depan 1917 Heritage Dago Golf Course. Pelaku bolak-balik sebanyak tiga kali. Di putaran yang ketiga, pelaku melancarkan aksinya saat melihat ada pengendara yang lengah.

“Pelaku datang dari arah atas sekali, setelah itu naik lagi. Waktu melintas untuk yang ketiga kalinya, (pelaku) langsung beraksi. Jadi sudah mantau kayaknya,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, di sekitar lokasi kejadian sangat jarang terjadi penjambretan. Yang lebih sering terjadi di sekitar TKP adalah pencurian. Kasus pembegalan pun ada, tapi biasanya terjadi di bagian jalan yang gelap dan tidak ramai pemukiman.

“Yang kemarin itu terhitung nekat. Di sini keamanan ada, di golf ada keamanan, di hotel juga ada. Kejadiannya jam lima sore. Tindakannya itu termasuk nekat,” pungkas Ratna.

Leave a Reply