CCTV Mobile Dapat Maksimalkan Kinerja ETLE

COBLONG, AYOBANDUNG.COM — Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menyarankan penggunaan CCTV Mobile untuk maksimalkan fungsi ETLE. Dengan begitu, deteksi pelanggaran lalu lintas pun akan memiliki jangkauan yang lebih luas.

Djoko berpendapat jumlah kamera pengawas ETLE untuk saat ini masih belum bisa meliputi pelanggaran di luar simpang jalan karena banyak juga pelanggaran yang terjadi di ruas jalan.
Namun, Djoko pun menyadari kebutuhan anggaran yang tinggi untuk pelaksanaan hal tersebut. Oleh karena itu, Djoko pun mengusulkan penggunaan CCTV Mobile yang lebih fleksibel ketimbang kamera pengawas yang dipasang di rambu-rambu simpang.

“Anggarannya kurang. Belum lagi untuk pemasangan di ruas jalan antar kota. Makanya, kalau ada ide e-tilang yang mobile itu sangat membantu,” ujar Djoko.

Yang dimaksud dengan CCTV Mobile adalah kamera pengawas yang dapat bermobilisasi ke setiap penjuru kota secara fleksibel. Cara penggunaannya bisa dengan menempelkan kamera pada tubuh petugas yang berpatroli.

Senada dengan Djoko, Pakar Transportasi ITB Sony Sulaksono Wibowo pun menyuarakan usul yang serupa. Menurut Sony, pelanggaran yang terjadi di ruas jalan tidak akan mudah terdeteksi oleh sistem ETLE yang berlaku sekarang. Untuk lebih memperluas jangkauan, Sony pun mengusulkan penggunaan kamera pengawas yang bersifat mobile.

“Ke depannya, pengefektifan tilang elektronik bisa dengan cara menambah CCTV di titik-titik yang rawan pelanggaran. Atau juga bisa menggunakan CCTV Mobile. Bisa dipasang di motor, kemudian motornya patroli. Kalau ada kendaraan yang melanggar, langsung dipotret,” ucap Sony.

Sementara itu, Djoko dan Sony sama-sama sepakat soal manfaat ETLE yang dapat mengurangi prasangka terhadap kepolisian soal pungli dalam tilang. Dengan dibatasinya interaksi langsung dengan petugas, uang sanksi yang dibebankan kepada pelanggar pun dapat disalurkan ke alokasi dana yang lebih jelas.

Leave a Reply