Banyak CCTV di Zona Rawan Tawuran Johar Baru Rusak

Jakarta: Sejumlah Closed Circuit Televison (CCTV) rusak di wilayah zona rawan tawuran kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat. Camat Johar Baru, Nurhelmi Savitri, mengatakan perawatan CCTV tersebut bukan tanggung jawab pihaknya.

“Itu yang maintenance dari (Dinas) Kominfo dan bukan di Kecamatan Johar Baru,” ucap Nurhelmi, saat dihubungi, Senin, 5 April 2021.

Nurhelmi memperkirakan kerusakan CCTV tersebut sudah terjadi sejak 2019. Selama ini aksi tawuran warga yang terjadi di Johar Baru terekam dari CCTV milik warga.

“Ini infonya dari WhatsApp rekaman dari CCTV warga,” terangnya.

Nurhelmi mengaku tidak mengetahui pasti penyebab bentrokan yang kerap terjadi di wilayahnya itu. Tawuran juga hanya berlangsung 10 menit dan petugas kepolisian langsung sigap datang ke lokasi.

“Kalau jumlah kasus tawuran memang sekarang tidak banyak. Tapi hanya dua sampai empat kali dalam sebulan. Jika dibanding dulu sehari bisa lima kali,” ucap Nurhelmi.

Kapolsek Johar Baru, Komisaris Polisi (Kompol) Edison mengatakan keberadaan CCTV sangat penting dalam mengusut kasus tawuran. CCTV dapat memantau pergerakan warga dan orang yang terlibat tawuran.

“Dari rekaman itu kan bisa kita liat siapa saja yang terlibat tawuran. Rekaman CCTV itu kita bisa tahu siapa yang bawa sajam (senjata tajam) dan CCTV sangat diperlukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Jakarta Pusat Lestari mengatakan CCTV yang rusak kemungkinan kamera yang lama. Pihaknya akan berkordinasi dengan Dinas Kominfo untuk melakukan perbaikan.

“Kita juga akan kordinasi ke pihak CSR (corporate social responsibility) dulu untuk perbaikannya. Proses perbaikan itu tidak sebentar karena itu punya CSR,” ujarnya.

Leave a Reply