Polisi Didorong Kembali Periksa CCTV Kedatangan Zakiah Aini

Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong Polri memeriksa kembali rekaman CCTV kedatangan pelaku penyerangan, Zakiah Aini (ZA). Pemeriksaan ini untuk memastikan kemungkinan Zakiah sempat menyurvei sebelum beraksi di Mabes Polri.

“Memang harus dilihat dulu rekaman CCTV sebelumnya apakah orang ini sudah pernah datang survei,” kata Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Awas! Sesat Milenial Radikal di Jagat Virtual,’ Minggu, 4 April 2021.

Menurut dia, pelaku teror sering kali menyurvei tempat penyerangan sebelum melancarkan aksinya. Salah satunya pada peristiwa bom malam Natal pada 2000. Pelakunya sempat mengikuti ibadah selama dua minggu untuk menentukan titik menaruh bom.

“Terlebih (Zakiah) mahasiswi meski di-DO (drop out) jadi kalkulasi lebih mantap,” tutur dia.

Benny menyebut penelusuran rekaman CCTV juga untuk membongkar kemungkinan bantuan dari orang lain. Misalnya, apakah Zakiah datang menggunakan layanan ojek online atau diantar seseorang menggunakan kendaraan pribadi.

“Ini bisa dikembangkan untuk diidentifikasi,” ujar Benny.

Baku tembak terjadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Suara tembakan mulai terdengar sekitar pukul 16.30 WIB, pada Rabu, 31 Maret 2021.

Awalnya, terdengar suara tembakan dua kali dari dalam gedung Bareskrim. Kemudian suara lain yang diduga tembakan susulan. Berdasarkan hasil forensik, pelakunya seorang perempuan, Zakiah, 25. Zakiah terpapar ideologi radikal kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Leave a Reply