2 Jambret Beraksi, Korban Ditendang, Diinjak, dan Terseret Motor Pelaku, Terekam CCTV

jpnn.com, PALEMBANG – Seorang pelajar SMP di Palembang, Sumatera Selatan, menjadi korban penjambretan sadis, Kamis (8/4/2021) sore.

Korban terseret sepeda motor pelaku hingga beberapa meter saat mempertahankan handphone yang dirampas pelaku.

Peristiwa yang terjadi di depan pabrik Kerupuk Jalan Dr Brigjen Noesmir, Kecamatan Sukarami, Palembang, terekam CCTV dan videonya sempat viral di media sosial.

Saat itu korban baru saja pulang membeli kuota internet untuk mengikuti ujian sekolah keesokan paginya yang dilakukan secara daring.

SH, 16, didampingi ibunya Meli, 39, warga Jl Peternakan IV, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Palembang ini mengatakan, tak hanya kehilangan Handphone, anaknya itu juga mengalami luka di tubuhnya karena sempat tersungkur.

Bahkan pelaku juga tega menganiaya korban dengan memelintir tangan ke arah belakang, menendang perut hingga menginjak-injak tubuh remaja ini hingga tersungkur di jalan.

Peristiwa yang dialami SH ini terekam kamera CCTV dan tersebar luas di media sosial. “Waktu kejadian memang jalan sepi. Saya jalan kaki dari samping rumah dan tembus ke jalan di depan pabrik Kerupuk untuk membeli kuota internet sambil membawa Handphone,” terang SH saat ditemui di kediamannya, Sabtu (10/4/2021).

Dalam perjalanan pulang ke rumah, tiba-tiba dua orang pria yang mengendarai sepeda motor langsung berhenti tepat di depannya. Lalu pelaku yang dibonceng turun dari motor dan langsung memegang tangan dan melintir tangan korban ke belakang.

Pelaku satunya kemudian turun dan merampas handphone yang saat itu digenggam korban. Pelaku juga menendang keras perut remaja kelas IX SMP ini hingga korban tersungkur ke aspal. Tidak sampai di situ, pelaku kemudian menginjak-injak tubuh korban yang saat itu sudah dalam keadaan tak berdaya.

“Badan saya semuanya sakit karena ditendang dan diinjak-injak pelaku,” kenangnya. Tak ingin pelaku kabur, sembari menahan sakit korban terus berlari mengejar pelaku untuk berusaha merebut kembali handphone miliknya. Sekira 10 meter SH akhirnya berhasil mengejar sepeda motor pelaku.

Sempat terjadi aksi tarik-menarik antar mereka. Namun akhirnya kalah kuat, kedua pelaku kabur setelah tubuh SH tersungkur sampai terseret di aspal. “Tangan saya juga terkilir karena sempat dipelintir pelaku. Bahu saya juga lecet-lecet karena terseret di aspal,” tandasnya.

Meli, 39, mengungkapkan, sangat tidak terima anak gadisnya sudah jadi korban tindak kekerasan. “Kalau mau ambil dan rampas barang ya silakan, tetapi jangan sampai disakiti seperti ini,” ucapnya.

Setelah melaporkan kejadian ini kepada kepolisian, dirinya berharap polisi bisa mengungkap dan menangkap siapa pelakunya. Dan jangan sampai ada korban-korban selanjutnya.

Leave a Reply