Pencurian Emas Rp 10 Juta Berakhir Damai Terekam CCTV, Mengaku Berniat Mengembalikan

SAMARINDA ILIR. Ulah tangan panjang NS membuatnya harus menahan malu saat anggota FKPM Kelurahan Pelita mengamankannya. Perempuan 31 tahun ini tertangkap basah mencuri perhiasan di sebuah toko emas, di Pasar Rahmad, Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda ilir.
Aksi pencurian itu terjadi Senin (5/4) lalu sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu NS mendatangi sebuah toko emas. Dia berpura-pura akan membeli sebuah gelang yang ditaksirnya. Saat mencoba gelang, rupanya NS berpura-pura mengejar anaknya yang berlari keluar pasar.

Penjual emas baru menyadari jika dirinya ditipu setelah beberapa jam NS tak kunjung kembali. Gelang emas seberat 10 gram dengan nilai hampir Rp 10 juta raib begitu saja di hadapannya. Seluruh aksi pencurian yang dilakukan NS terekam CCTV yang terpasang di toko emas tersebut.
Tak terima barang dagangannya dicuri, pemilik toko emas lantas melapor ke pos FKPM berikut barang bukti CCTV yang menunjukkan bagaimana modus yang digunakan NS untuk mengelabuinya.

“Kami terima laporan bahwa ada kasus pencurian gelang emas seberat 10 gram. Korban juga menginformasikan kepada kami bahwa salah satu pedagang di pasar mengenali pelaku dan mengetahui tempat tinggalnya,” tutur Ketua FKPM Pelita, Marno Mukti, saat dikonfirmasi pada Rabu (7/4).
Berangkat dari informasi tersebut, pihak FKPM langsung mendatangi kediaman NS di kawasan Sambutan. Sesampainya, anggota FKPM berhasil menemui NS dan langsung menunjukan barang bukti rekaman aksi pencurian yang terekam di CCTV.

“Kami lakukan interogasi, NS beralasan bahwa ia tidak sengaja membawa saat mengejar anaknya yang saat itu juga berada di pasar,” ujar Marno Mukti.
Di depan anggota FKPM, NS mengaku berniat untuk mengembalikan emas tersebut, namun pelaku beralasan belum memiliki waktu untuk mendatangi toko emas tersebut.

Beruntung bagi NS, diketahui korban telah memaafkan atas aksi pencuriannya dan tidak membawa permasalahan tersebut ke jalur hukum.
“Korban telah memaafkan NS dan tidak melaporkannya secara resmi ke pihak kepolisian,” jelas Marno Mukti.
Setelah dibuatkan surat kesepakatan, kedua belah pihak pun berdamai. NS pun mengaku jera dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya kembali dikemudian hari. (kis/nha)

Leave a Reply